Iran telah menangguhkan pembicaraan tidak langsung dan pertukaran teks dengan Amerika Serikat melalui mediator sebagai protes atas kesalahan diplomatik yang dialami oleh kedua negara. Menurut sumber-sumber terpercaya, langkah ini diambil sebagai tindakan balasan atas aksi AS yang dianggap menunjukkan ketidakpedulian terhadap hak dan kepentingan Iran. Pembicaraan tidak langsung ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, tetapi sekarang telah ditangguhkan karena ketidaksepakatan antara kedua negara. Kedua negara telah memiliki perselisihan yang berkepanjangan terkait dengan isu-isu global, termasuk isu nuklir dan keamanan regional. Dengan menangguhkan kontak tak langsung, Iran ingin menunjukkan kesediaannya untuk menegosiasikan masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua negara, tetapi juga tidak ingin menunjukkan kelemahan dalam menanggapi aksi AS yang dianggap menunjukkan ketidakpedulian.

Ketidaksepakatan antara Iran dan Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran di kalangan komunitas internasional. Banyak negara-negara di dunia telah menekankan pentingnya penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua negara dengan cara diplomatik. Mereka berharap bahwa kedua negara dapat menemukan jalan tengah dan menyelesaikan perselisihan yang berkepanjangan ini. Namun, langkah Iran dalam menangguhkan kontak tak langsung telah menunjukkan bahwa jalur penyelesaian masalah ini tidaklah mudah.

Langkah Iran dalam menangguhkan kontak tak langsung juga telah memicu perdebatan di kalangan analis politik. Beberapa analis berpendapat bahwa langkah ini adalah tindakan yang tepat, karena Iran telah menunjukkan kesediaannya untuk menegosiasikan masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua negara. Sementara itu, analis lain berpendapat bahwa langkah ini adalah tindakan yang berbahaya, karena dapat memperburuk hubungan antara kedua negara.