Mustafa Suleyman, sosok penting di balik ambisi kecerdasan buatan (AI) Microsoft, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang cukup bikin kaget sekaligus penasaran. Mantan pendiri DeepMind dan Inflection AI ini, yang kini mengepalai divisi AI konsumen di Microsoft, punya pandangan tajam soal peta persaingan di dunia riset AI.

Menurut Suleyman, saat ini hanya ada tiga laboratorium AI yang benar-benar punya pengaruh besar dan patut diperhitungkan. Sayangnya, ia tidak menyebutkan secara spesifik laboratorium mana saja yang dimaksud, namun komunitas teknologi tentu bisa menebak nama-nama besar seperti OpenAI, Google DeepMind, atau Anthropic.

Yang menarik, Suleyman dengan tegas menyatakan ambisinya: ia ingin Microsoft menjadi kekuatan keempat yang tak kalah penting, bahkan bisa menyaingi atau melampaui ketiga raksasa tersebut. Pernyataan ini bukan sekadar gertakan biasa. Mengingat rekam jejak Suleyman yang memang sudah malang melintang di industri AI, ini menunjukkan keseriusan Microsoft untuk menjadi pemain dominan, tidak hanya sebagai investor atau pengguna teknologi AI dari pihak lain, tetapi juga sebagai inovator utama. Langkah ini juga menegaskan bahwa persaingan di ranah AI semakin memanas, dan Microsoft, dengan Suleyman di pucuk pimpinan, siap tancap gas untuk merebut posisi terdepan.